Sapa Mahasiswa IT se-Aceh dan Sumut, Rizki Suwanda: Society 5.0 Butuh Mental Baja, Bukan Cuma Skill Coding
LHOKSEUMAWE, 10 Juli 2022 - Riuh rendah aula Universitas Al-Muslim, Bireuen, menjadi saksi berkumpulnya para calon punggawa teknologi dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Permikomnas. Namun, ada satu pesan menohok yang dilemparkan ke tengah forum: Mahasiswa jangan sampai "gagap" mental saat berhadapan dengan era Society 5.0.
Pesan ini ditegaskan oleh Rizki Suwanda, M.Kom., akademisi Teknik Informatika Universitas Malikussaleh yang hadir sebagai pemateri utama. Menurutnya, Society 5.0 bukan lagi sekadar jargon teknologi di atas kertas. Ini adalah realitas di mana manusia dipaksa berdamai dan berkolaborasi secara intim dengan dunia siber demi menyelesaikan urusan sosial.
"Dunia bergerak gila-gilaan. Kalau mahasiswa IT cuma diam dan merasa cukup dengan apa yang ada sekarang, kita akan tertinggal di garis belakang. Kita bukan cuma butuh orang yang pintar coding, tapi butuh agen perubahan yang punya daya nalar kritis dan kesiapan implementasi global," ujar Rizki di hadapan delegasi dari berbagai kampus Aceh dan Sumatera Utara.
Ia menambahkan, ketidaksiapan dalam mengantisipasi gelombang digitalisasi ini akan menjadi tiket gratis menuju ketertinggalan dalam persaingan global yang semakin sengit.
Senada dengan itu, Yusril Sinulingga selaku Koordinator Permikomnas Wilayah I (Aceh-Sumut) menyatakan bahwa seminar bertajuk "Meningkatkan Kepekaan Mahasiswa IT" ini memang sengaja dirancang untuk menggugah nurani para mahasiswa. Baginya, teknologi di era 5.0 harus tetap berpusat pada manusia, bukan sebaliknya.
“Kami ingin menciptakan ruang di mana mahasiswa IT Aceh dan Sumut tidak hanya saling sapa, tapi juga saling beradu inovasi. Ini adalah ajang silaturahmi sekaligus kawah candradimuka untuk menciptakan karya yang nyata,” tegas Yusril.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan ormawa dari belasan perguruan tinggi ternama. Mulai dari delegasi USK, UIN Ar-Raniry, hingga Politeknik Negeri Lhokseumawe dan Universitas Asahan. Pertemuan besar ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi mahasiswa IT di wilayah Sumatera bagian utara mulai bergerak ke arah yang lebih taktis dan visioner.
Terima Kasih telah membaca! Semoga tulisan pada artikel ini bermanfaat sebagai informasi untuk Anda. Jangan ragu untuk membagikannya ke rekan-rekan atau meninggalkan jejak opini Anda di kolom komentar di bawah.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama membuka diskusi pada artikel ini!